
Pemprov Papua jaga ketahanan pangan melalui gerakan pangan murah

Sentani (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua aktif menjaga ketahanan pangan daerah melalui berbagai strategi termasuk melaksanakan gerakan pangan murah.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen di Sentani, Rabu, mengatakan gerakan pangan murah ini merupakan upaya pemerintah hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk membantu menjaga stabilitas harga pangan serta memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
"Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta mengendalikan inflasi khususnya menjelang Idul Fitri," katanya.
Menurut Aryoko, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Pada masa ini juga kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan kondisi tersebut seringkali diikuti dengan kenaikan harga di pasar yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan gerakan pangan murah menjadi upaya pemerintah untuk mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pokok tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang terjangkau dan berkualitas.
"Kami berharap gerakan pangan murah dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan Ramadhan," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya mengajak seluruh masyarakat di daerah ini untuk menjadikan momentum Ramadhan ini sebagai sarana untuk memperkuat persaudaraan mempererat persatuan, serta membangun Papua yang lebih maju, sejahtera dan harmonis.
Gerakan pangan murah dilaksanakan oleh Dinas Pangan Provinsi Papua ini berlangsung di halaman Masjid Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok selama bulan suci Ramadhan.
Di kegiatan gerakan pangan murah minyak goreng merk Minyak Kita dijual seharga Rp31 ribu per dua liter, telur lokal Rp68 ribu, beras premium Rp79 ribu per lima kilogram, SPHP Rp60 ribu per lima kilogram, cabai Rp95 ribu per kilogram dari harga pasar Rp120 ribu per kilogram.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
