Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Jayawijaya dorong ketahanan pangan lokal bagi warga 328 kampung

Jumat, 13 Maret 2026 14:36 WIB
Image Print
Salah seorang petani mama-mama asli Kabupaten Jayawijaya menyerahkan ubi jalar yang habis diambil kepada Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere dalam kunjungan kerjanya untuk melihat panen raya ubi jalar di lahan seluas kurang lebih 2 hektare di Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/HO-Humas Pemkab Jayawijaya.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong ketahanan pangan lokal bagi warga di 328 kampung guna menciptakan kemandirian pangan di daerah setempat.

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere menghadir kegiatan panen raya ubi jalar di Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Ronny Elopere dalam keterangan tertulis di Wamena, Jumat mengatakan apresisasi setinggi-tingginya kepada keluarga dari Suku Walak yang telah menanam ubi jalar di lahan seluas kurang lebih 2 hektare di Distrik Hubikiak.

“Apa yang dilakukan oleh Suku Walak dapat menjadi contoh bagi warga lainnya untuk terus mengembangkan tanaman pangan lokal untuk menjaga ketersediaan dan kemandirian pangan,” katanya.

Menurut dia, gerakan ini memberikan motivasi dan semangat untuk keluarga lainnya, terutama untuk warga Kabupaten Jayawijaya agar tidak lupa untuk berkebun.

"Makanan pokok warga asli Papua Pegunungan adalah Hipere (ubi jalar), kami bisa makan nasi tetapi jangan melupakan makanan pokok seperti Hipere dan keladi. Kita perlu mempertahankannya karena lama-lama bisa hilang,” ujarnya.

Dia berharap agar masyarakat tetap melestarikan makanan pokok ini, karena dari dulu orang Wamena, Kabupaten Jayawijaya sudah melekat dengan ubi jalar dan juga warga dibesarkan oleh mama-mama dengan makanan pokok ini.

"Tolong pertahankan kebun sesuai dengan budaya dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Jayawijaya. Tuhan sudah memberikan tanah yang subur tanpa pupuk sangat luar biasa di Kabupaten Jayawijaya ini, kita harus imbangi makanan pokok dan makanan lokal," katanya.

Dia mengajak warga untuk melestarikan dan mempertahankan budaya menanam ubi jalar di lahan-lahan kosong.

“Ada banyak lahan yang harus dimanfaatkan untuk menanam dan anak-anak muda harus punya tekad dan jiwa usaha terutama memanfaatkan menanam ubi jalar,” ujarnya.

Dia menambahkan orang tua harus menanamkan pemahaman yang baik sejak dini kepada anak-anak agar mempunyai mimpi dan masa depan dalam mengelola sumber daya alam atau SDA di daerah ini dengan baik.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026