
PLN siagakan 1.002 personel amankan listrik di Tanah Papua saat Lebaran

Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menyiagakan sebanyak 1.002 personel untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Tanah Papua.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Diksi Erfani Umar di Jayapura, Sabtu, mengatakan para personel tersebut disiagakan untuk mengamankan sistem kelistrikan di 126 lokasi prioritas, mulai dari tempat ibadah hingga pusat-pusat keramaian masyarakat.
"Personel yang disiagakan terdiri atas 334 pegawai dan 668 tenaga alih daya, serta didukung tiga tim Pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Papua," katanya.
Menurut Diksi, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menghadapi rangkaian perayaan Lebaran, mulai dari kesiapan sistem pembangkit, peralatan kerja, hingga prosedur keamanan di lapangan. Selain itu, apel siaga juga telah dilaksanakan di seluruh unit kerja untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan.
Sebanyak 64 posko siaga juga disediakan agar pelayanan kepada pelanggan tetap maksimal selama periode siaga Lebaran, katanya menjelaskan.
"Sebagai langkah antisipasi tambahan, PLN juga menyiapkan sejumlah sumber pasokan listrik alternatif, antara lain 34 unit gardu bergerak (UGB), 16 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), enam unit kabel bergerak (UKB), unit kabel dan kubikel bergerak (UKKB), serta 74 unit mobile genset ," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan selain menyiagakan peralatan pendukung, PLN juga telah melakukan berbagai langkah preventif seperti inspeksi penyulang, memastikan ketersediaan bahan bakar pembangkit, serta penyisiran jaringan dan pemangkasan dahan pohon di sekitar jaringan listrik guna meminimalkan potensi gangguan.
"Apabila terjadi gangguan yang tidak dapat dihindari, PLN akan memaksimalkan sistem outage management melalui command center untuk mempercepat penanganan," ujar dia.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
