Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papeg dorong festival budaya bersinergi di delapan kabupaten

Jumat, 20 Maret 2026 22:38 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua Pegunungan Marthen Kogoya diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) setempat mendorong festival budaya bersinergi di delapan kabupaten guna meningkatkan tata kelola sektor kepariwisataan.

Plt Kepala Bapperida Papua Pegunungan Marthen Kogoya dalam keterangan di Wamena, Jumat, mengatakan pihaknya ke depan akan melakukan konektivitas festival budaya di delapan kabupaten secara optimal.

“Ke depan festival budaya di delapan kabupaten harus saling bersinergi satu dengan lainnya sehingga meningkatkan sektor pariwisata yang lebih baik di Papua Pegunungan,” katanya.

Menurut dia, untuk meningkatkan konektivitas festival budaya delapan kabupaten maka pihaknya akan berkomunikasi dengan pimpinan daerah dan organisasi perangkat daerah atau OPD teknis delapan kabupaten.

“Tahun ini kami sudah punya pengembangan potensi wisata yang ada di delapan kabupaten Papua Pegunungan sehingga pengaturannya bisa lebih optimal. Contohnya sederhananya setiap wisatawan baik asing maupun lokal yang datang untuk menyaksikan festival budaya di Wamena, setelah itu dia lanjutkan ke Lanny Jaya, Tolikara dan seterusnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan mengapa konektivitas perlu dioptimalkan dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD baik provinsi maupun delapan kabupaten.

“Bayangkan kalau wisatawan mancanegara datang menyaksikan FBLB, habis itu dia lanjut menyaksikan Festival Lanny dan festival lainnya di enam kabupaten lain maka uang akan banyak berputar di Papua Pegunungan dan masyarakat akan memperoleh manfaat dari itu,” katanya.

Dia menambahkan budaya Lanny contohnya hampir mirip-mirip tetapi tentu berbeda seperti budaya Lanny Barat meliputi Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah agak sama budayanya termasuk aksesoris yang dipakai, serta budaya lembah Wamena itu memiliki ciri khas tersendiri.

Sementara budaya Yali dan Ngalum dan lain-lain di Papua Pegunungan memang berbeda dan lebih unik lagi, tetapi kalau dikemas secara baik maka akan mendapatkan manfaat terutama jumlah kunjungan wisatawan asing maupun lokal yang banyak ke daerah ini.

“Sesuai visi misi bapak gubernur dan wakil gubernur ke depan potensi wisata di Papua Pegunungan harus lebih dioptimalkan sehingga dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat di delapan kabupaten. Kunjungan wisatawan asing maupun lokal akan meningkatkan pendapatan dari hasil pengelolaan wisata budaya, serta penjualan aksesoris dan cenderamata asli daerah setempat,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026