
Pemkot Jayapura harapkan dukungan sarana prasarana "perikanan tangkap"

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perikanan setempat mengharapkan dukungan sarana dan prasarana perikanan tangkap dari pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di daerah ini.
Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi kepada Antara di Jayapura, Rabu mengatakan, potensi perikanan tangkap di ibu kota Provinsi Papua ini sangat besar dan yang menjadi komoditas unggulan daerah ini adalah ikan tuna, ikan cakalang, dan ikan tuna.
"Namun armada penangkapan ikan milik nelayan di Kota Jayapura saat ini semua di bawah lima gross tonage (5 GT) atau kapal perikanan skala kecil," katanya.
Menurut Sibi, potensi perikanan di daerah ini khususnya wilayah bagian utara membutuhkan armada penangkapan ikan yang lebih besar atau kapal ikan berukuran 30 GT sehingga meningkatkan hasil tangkapan karena sudah menggunakan jaring bukan lagi memancing.
"Jika hasil tangkapan lebih banyak maka akan berpengaruh terhadap kegiatan ekspor ke luar negeri," katanya lagi.
Dia menjelaskan, pada Februari 2026 pemerintah daerah setempat telah mengekspor 17,8 ton daging tuna beku tujuan Amerika Serikat (AS) melalui Pelabuhan Jayapura sehingga menandakan ikan tuna merupakan salah satu komoditas unggulan yang dilirik para investor.
"Sebenarnya ekspor komoditas unggulan seperti ikan tuna bisa lebih dari 17 ton jika didukung oleh sarana dan prasarana seperti armada penangkapan ikan yang lebih besar," katanya lagi.
Dia menambahkan, pihaknya berharap ke depan adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk meningkatkan produktivitas nelayan Kota Jayapura.
"Potensi kami besar namun daya tangkap kecil sehingga dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat diharapkan nelayan sekali melaut bisa mendapatkan hasil yang signifikan karena kami juga menyuplai 1-2 ton ikan ke daerah pegunungan Papua," ujarnya.
Dinas Perikanan mencatat hingga kini jumlah nelayan di Kota Jayapura mencapai 3.000 orang.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
