Logo Header Antaranews Papua

BI Papua terus perkuat ketersediaan rupiah di 3T melalui kas keliling

Selasa, 14 April 2026 14:22 WIB
Image Print
Suasana penukaran uang kas keliling pada salah satu daera 3T di Tanah Papua pada beberapa waktu lalu (ANTARA/HO-Bank Indonesia Papua)

Jayapura (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua terus memperkuat ketersediaan uang rupiah yang layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) melalui program Kas Keliling Luar Kota (KKLK).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono di Jayapura, Senin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat tetap terpenuhi, terutama di daerah yang sulit dijangkau layanan perbankan.

"Sepanjang Maret 2026 kami telah melaksanakan sejumlah kegiatan kas keliling di berbagai wilayah, di antaranya Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Distrik Supiori Selatan, serta wilayah pegunungan di Kabupaten Paniai, Deiyai, dan Dogiyai," katanya.

Menurut Warsono, kegiatan kas keliling tidak hanya berfokus pada distribusi uang layak edar (ULE), tetapi juga disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat rupiah melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan uang yang layak edar sekaligus memahami peran rupiah sebagai alat pembayaran yang sah,” ujarnya.

Dia menjelaskan kondisi geografis Papua yang menantang serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transaksi tunai menyebabkan uang beredar lebih lama dan rentan mengalami kerusakan fisik.

"Oleh karena itu kami terus meningkatkan intensitas kas keliling serta edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri uang layak edar dan cara menjaga kualitasnya," katanya lagi

Dia menambahkan selain itu pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip dalam merawat uang rupiah, yakni tidak dilipat, tidak dicoret, tidak diremas, tidak distapler, dan tidak dibasahi.

"Ke depan kami bakal terus memperluas jangkauan layanan kas melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan guna memastikan rupiah hadir di seluruh pelosok, termasuk wilayah 3T. Di mana upaya tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran transaksi ekonomi masyarakat serta menjaga kepercayaan terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026