Logo Header Antaranews Papua

BP3OKP Pegunungan dorong pengembangan industri kopi delapan kabupaten

Kamis, 16 April 2026 19:18 WIB
Image Print
Direktur Kelompok Kerja (Pokja) Papua Produktif Ekonomi dan Prestasi BP3OKP Pegunungan Yoyo I Sriyoto melakukan pertemuan dengan pelaku ekraf dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.ANTARA/HO-Dok BP3OKP Pegunungan.

Wamena (ANTARA) - Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Pegunungan mendorong pengembangan industri kopi di delapan kabupaten daerah setempat.

Direktur Kelompok Kerja (Pokja) Papua Produktif Ekonomi dan Prestasi BP3OKP Pegunungan Yoyo I Sriyoto melakukan audiensi dengan pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) kopi dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Yoyo di Wamena, Kamis mengatakan agenda audiensi itu di antaranya membahas percepatan peningkatan produk industri kopi, pendirian gerai/kafe kopi untuk pelaku usaha muda ekraf orang asli Papua (OAP), peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kopi agar stok bahan baku aman.

Kemudian, lanjutnya, perlunya kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten, petani kopi dan pelaku usaha muda ekraf kopi OAP.

“Tentu agenda ini dilaksanakan, karena kami merupakan badan pengarah percepatan pembangunan di Papua sehingga menjadi kewajiban untuk dapat terus mendorong potensi-potensi unggulan daerah supaya dapat mensejahterakan OAP di delapan kabupaten di Papua Pegunungan,” katanya.

Menurut dia, pertemuan dengan pelaku-pelaku ekraf kopi perlu ditingkatkan untuk saling menukar informasi terbaru mengenai penjualan kopi yang lebih maksimal.

“Produk kopi bisa dikemas dalam kemasan yang lebih menarik 100, 200 dan 250 gram dengan nama daerah supaya dapat menambahkan nilai jual sehingga menarik masyarakat untuk membeli,” ujarnya.

Dia menjelaskan tempat atau gerai penjualan kopi, kafe sangat penting untuk dapat memasarkan (menjual) produk industri rumahan kopi bagi OAP.

“Saran dan masukan seperti ini perlu kita dorong kepada pelaku-pelaku ekraf OAP supaya mereka juga dapat bersaing menjual dagangannya sesuai pemasaran saat ini,” katanya.

Dia menambahkan hal utama dalam pengembangan ekraf industri kopi adalah permodalan. Terkadang permodalan ini yang menjadi hambatan dalam meningkatkan berbagai usaha di daerah ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perbankan yang mengelola dana otonomi khusus (otsus) untuk dapat membantu pelaku usaha ekraf industri kopi dengan bunga yang kecil. Harapan kami, dukungan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat OAP di Papua Pegunungan,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026