Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua sebut 86 kampung nelayan lolos tahap awal seleksi 2026

Senin, 20 April 2026 19:00 WIB
Image Print
Salah satu kampung di Kota Jayapura, Papua, (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan setempat menyebut sebanyak 86 kampung nelayan di daerah itu lolos tahap awal seleksi program kampung nelayan Merah Putih 2026 yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Iman Djuniawal di Jayapura, Senin,mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil penyaringan dari 121 usulan awal yang kemudian mengerucut menjadi 90 sebelum melalui verifikasi lanjutan.

“Setelah survei awal, tersisa kurang lebih 86 kampung nelayan yang dinilai siap untuk masuk tahap berikutnya,” katanya.

Menurut Imam, saat ini seluruh usulan tersebut telah memasuki tahap detail engineering design (DED) oleh tim pusat. Tim teknis mulai turun ke lapangan untuk meninjau lokasi serta memetakan konsep pembangunan yang akan diterapkan.

"Papua pada 2026 memperoleh alokasi 200 kuota kampung nelayan Merah Putih setelah sebelumnya tidak mendapatkan jatah pada 2025. Kuota tersebut diperebutkan bersama provinsi lain di Tanah Papua melalui mekanisme usulan daerah dan seleksi pemerintah pusat," ujarnya.

Dia menjelaskan konsep pengembangan kampung nelayan secara nasional mengacu pada model yang telah diterapkan di Papua, salah satunya kawasan nelayan modern di Samber Binyeri yang menjadi rujukan pengembangan di berbagai wilayah.

“Modelnya mengacu pada kampung nelayan modern di Samber Binyeri Biak dan itu menjadi role model secara nasional,” katanya.

Dia menambahkan pemerintah daerah, masih membuka ruang penambahan usulan dari kabupaten dan kota guna memperbesar peluang dalam seleksi. Penilaian akhir akan ditentukan pemerintah pusat berdasarkan kesiapan lahan, dukungan masyarakat, serta kelengkapan infrastruktur.

“Lebih baik usulan banyak, nanti pusat yang menilai mana yang paling siap,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026