
Kemenhut dorong renja penurunan emisi rumah kaca di Papua Pegunungan

Wamena (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI mendorong rencana kerja (renja) penurunan emisi rumah kaca di wilayah Papua Pegunungan guna menjaga ketersediaan emisi karbon dunia dari kelestarian hutan di daerah setempat.
Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Prof Haruni Krisnawati di Wamena, Selasa menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan yang telah menyediakan waktu sehingga kegiatan Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 dapat berlangsung saat ini.
Dia menyampaikan hal tersebut pada kegiatan sosialisasi dan workshop I penyusunan rencana kerja Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 Papua Pegunungan 2026 yang berlangsung di Wamena, Kabupten Jayawijaya.
“Kegiatan ini akan dilanjutkan pada besok hari (Rabu) untuk workshop pertama penyusunan rencana kerja Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030. Nanti akan dilanjutkan lagi dengan workshop kedua dan ketiga tentang Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030,” katanya.
Menurut dia, sosialisasi Indonesia’s Folu Net Sink 2030 di Papua Pegunungan merupakan pertemuan sangat penting dalam membahas isu kehutanan, penggunaan lahan untuk menyarap emisi karbon.
“Papua Pegunungan merupakan provinsi terakhir yang menyelenggarakan Indonesia’s Folu Net Sink 2030 dan penyusunan rencana kerja. Sebelumnya, dua bulan lalu kami melaksanakan di Papua Tengah,” ujarnya.
Dia menjelaskan idealnya kegiatan sosialisasi Indonesia’s Folu Net Sink 2030 harus diselesaikan pada tahun 2024, tetapi karena adanya pemekaran daerah otonomi baru (DOB) sehingga baru dapat dilanjutkan di tahun ini.
“Pertemuan ini sangat penting karena akan menghubungkan bagaimana komitmen nasional kita terhadap agenda iklim global dengan aksi nyata di wilayah Papua Pegunungan,” katanya.
Dia menambahkan tentu Kemenhut RI akan menghubungkan Indonesia’s Folu Net Sink 2030 dengan rencana program pembangunan di Papua Pegunungan.
“Untuk memahami kenapa hal ini penting, karena Indonesia telah berkomitmen tentang agenda iklim global dan secara bertahap kita menaikkan emisi iklim kita," katanya.
"Setelah kita meratifikasi Paris Paris agreement pada tahun 2016 melalui Undang-Undang (UU) Nomor 16 tahun 2016 kita sudah menyampaikan ke badan PBB yang mengurusi perubahan iklim dengan fress emisi untuk menurunkan 2016 untuk komitmen dalam penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada waktu itu dengan kemampuan sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional dibandingkan dengan bisnis esensial pada 2030,” ujarnya.
Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 adalah implementasi tingkat daerah dari target nasional untuk memastikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Folu) menyerap lebih banyak emisi karbon (carbon sink) daripada yang dilepaskan pada tahun 2030.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Papua Pegunungan Wasuok D Siep membuka secara resmi kegiatan Sub Nasional Indonesia’s Folu Net Sink 2030 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
