
Pangkogabwilhan III tegaskan tugas TNI amankan masyarakat dari gangguan KKB

Jayapura (ANTARA) - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan tugas TNI adalah mengamankan masyarakat dari gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), termasuk di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
"TNI akan mendirikan pos untuk mengamankan dan melindungi masyarakat. Keberadaan TNI selain untuk melindungi dan menyejahterakan masyarakat," kata Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto kepada ANTARA, dihubungi dari Jayapura, Selasa.
Ketika ditanya tentang situasi di Kabupaten Puncak, Letjen TNI Lucky mengatakan saat ini situasi di wilayah itu masih rawan sehingga prajurit TNI dikerahkan untuk mengamankannya.
"Prajurit sudah dikerahkan untuk mengamankan wilayah yang saat ini ditinggalkan KKB karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dan harus dilindungi. TNI akan terus bertugas secara profesional untuk mewujudkan Tanah Papua yang aman dan sejahtera," ujarnya.
Sementara itu Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna secara terpisah mengatakan data yang dihimpun, di Kabupaten Puncak, terjadi dua insiden yang terjadi pada 14 April lalu.
Kejadian pertama terjadi pada 14 April di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak dilaporkan adanya keberadaan KKB di wilayah tersebut yang kemudian prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan.
Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata tersebut sehingga terjadi kontak tembak dan dalam peristiwa ini dilaporkan empat orang KKB tewas.
Dari lokasi kejadian, diamankan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas kelompok bersenjata, di antaranya dua pucuk senjata api rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, satu selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau, serta perlengkapan komunikasi berupa beberapa unit telepon genggam dan handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas dan perlengkapan pribadi lainnya.
Pada tanggal yang sama Kepala Kampung Kampung Jigiunggi Venius Walia melaporkan seorang anak meninggal dunia dengan luka tembak dan setelah mendapat laporan kemudian dilakukan pengecekan untuk memastikan adanya korban tersebut.
"Hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut," katanya.
Letkol Inf Wirya Arthadiguna menegaskan, tidak ada aktifitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut, serta kedua peristiwa terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, dan tidak saling berkaitan.
“TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas," kata Letkol Inf Wirya Arthadiguna.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
