Logo Header Antaranews Papua

DKP Papua sebut pengembangan pelabuhan perikanan jadi prioritas

Kamis, 23 April 2026 12:50 WIB
Image Print
Penjual udang di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua pada beberapa waktu lalu. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat menyebutkan, pengembangan pelabuhan perikanan menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung modernisasi sektor perikanan di daerah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Imam Djuniawal di Jayapura, Kamis mengatakan, hal ini dinilai penting agar program pemerintah pusat dapat berjalan optimal di Papua.

"Saat ini terdapat kendala keterbatasan kapasitas pelabuhan sehingga berdampak langsung pada operasional kapal perikanan berukuran besar, termasuk kapal hingga 30 gross ton (GT)," katanya.

Menurut Imam, kehadiran kapal 30 GT di pelabuhan menjadi bagian dari program modernisasi.

“Kapal 30 GT itu cukup besar, sementara pelabuhan di Papua belum seluruhnya memadai untuk menampung," ujarnya.

Dia menjelaskan, pengembangan pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas sandar kapal, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi hasil tangkapan nelayan dari kawasan produksi ke pasar yang lebih luas.

"Tanpa dukungan infrastruktur pelabuhan yang memadai, manfaat dari modernisasi kapal perikanan tidak akan dirasakan secara maksimal oleh nelayan maupun pelaku usaha perikanan," katanya lagi.

Dia menambahkan, untuk itu program modernisasi ini bagus, tetapi harus didukung dengan sarana pelabuhan yang memadai agar hasilnya optimal.

"Ada beberapa wilayah seperti Biak dinilai relatif lebih siap, namun Jayapura masih membutuhkan penguatan fasilitas dan pengembangan infrastruktur," ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data DKP di mana produksi ikan mengalami peningkatan dari Rp446 juta per bulan kini menjadi Rp904 per bulan kemudian penjualan juga mengalami kenaikan dari Rp9 juta menjadi Rp15 juta per bulan.

"Untuk itu kami yakin dengan adanya pengembangan tersebut penjualan akan semakin naik," katanya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026