Logo Header Antaranews Papua

Wamendes PDT sebut koperasi desa menjadi program ekonomi kerakyatan

Jumat, 24 April 2026 17:56 WIB
Image Print
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo (kedua kanan) menyambut Wamendes PDT Ahmad Riza Patria di Merauke pada Rabu (22/4/2026) (ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua Selatan)

Jayapura (ANTARA) - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menyebut, koperasi desa (Kopdes) kelurahan merah putih merupakan program ekonomi kerakyatan yang harus terus tumbuh di kampung sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kopdes ini merupakan salah satu program Asta cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kepentingan masyarakat di kampung termasuk di Kampung Torai, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan," katanya dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Kamis.

Menurut Patria, kopdes juga akan menyediakan klinik desa/kampung untuk membantu warga mendapatkan obat-obatan kemudian gudang beku untuk menyimpan hasil tani, nelayan sehingga bisa bertahan lama dan dijual dengan harga yang sebaik-baiknya.

"Semua itu diperuntukkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung," ujarnya.

Dia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto sangat perhatian kepada masyarakat khususnya di kampung-kampung yang masih tertinggal sehingga program asta cita untuk memenuhi kepentingan masyarakat.

"Seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya memastikan kesehatan anak, ibu hamil, balita tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya lagi.

Dia menambahkan, Presiden Prabowo juga konsen dengan pendidikan sehingga didirikan sekolah rakyat untuk memastikan semua anak di Indonesia memperoleh pendidikan yang baik.

"Kemudian program kesehatan gratis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Hingga kini sudah 165 sekolah rakyat yang dibangun di Tanah Air dengan 62 juta penerima manfaat. Kemudian Kopdes yang sudah dibangun sebanyak 82 unit dan 35 ribu unit sedang dibangun Infrastrukturnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026