Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua Pegunungan bangun penampungan bagi warga tidak mampu di Jayawijaya

Sabtu, 25 April 2026 14:41 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Papua Pegunungan Ronald Yikwa memberikan secara simbolis kunci asrama anak jalanan dan penampungan fakir miskin kepada penanggungjawab di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (25/4/2026). ANTARA/HO-Dinsos Papua Pegunungan

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat membangun asrama dan penampungan bagi fakir miskin atau orang kurang mampu di Sinakma, Kabupaten Jayawijaya.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Papeg Ronald Yikwa di Wamena, Sabtu, mengatakan pembangunan asrama dan penampungan fakir miskin menggunakan anggaran tahun 2025 dan telah selesai dikerjakan.

“Pembangunan itu di antaranya satu asrama dan tiga barak atau penampungan yang dikhususkan bagi orang-orang kurang mampu. Dan biaya pembangunan itu menelan biaya kurang lebih Rp7,5 miliar,” katanya.

Dia menyebut pembangunan tersebut telah selesai dan telah diserahkan kunci dari empat bangunan tersebut kepada pihak penanggung jawab.

“Kami dari Dinsos Papua Pegunungan telah menyerahkan kunci dari empat bangunan yang kami bangun, dan telah difungsikan sebagaimana mestinya oleh penanggung jawab,” ujarnya.

Dia menjelaskan satu bangunan asrama untuk menampung anak-anak jalanan di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, sedangkan tiga barak untuk menampung masyarakat yang kurang mampu.

“Kami berharap bangunan yang telah dibangun tersebut dengan menggunakan anggaran pemerintah supaya digunakan sebagai baik-baiknya dalam rangka penanganan anak-anak jalanan dan fakir miskin di Papua Pegunungan,” katanya.

Dia menambahkan bangunan itu untuk memberikan kenyamanan anak-anak jalanan dan fakir miskin, sehingga mereka bisa merasakan kedamaian karena terlindung dari panas matahari dan hujan.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026