Logo Header Antaranews Papua

Kemendukbangga dorong kesejahteraan keluarga mulai dari kandungan ibu

Senin, 27 April 2026 18:57 WIB
Image Print
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua Charles Brabar diwawancarai ANTARA di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Papua mendorong program kesejahteraan keluarga Papua yang dimulai dari dalam kandungan.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua Charles Brabar di Wamena, Senin mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga maka perlu perencanaan yang baik oleh orang tua sewaktu bayi masih di dalam kandungan.

“Berbicara kesejahteraan itu perlu perencanaan yang baik dari sebuah keluarga, terutama ibu dan ayah (bapak) yang telah merencanakan segala sesuatu sewaktu bayi itu masih di dalam kandungan,” katanya.

Menurut dia, Kemendukbangga/BKKBN itu mengerjakan program-program kependudukan masyarakat Indonesia yang dimulai dari dalam kandungan.

“Kami itu melaksanakan berbagai program kependudukan yang dimulai dari dalam kandungan hingga lansia atau orang tua,” ujarnya.

Dia menjelaskan sewaktu bayi masih di dalam kandungan pihaknya memiliki program 1.000 hari pertama kehidupan untuk bagaimana secara serius mengatasi masalah stunting atau pertumbuhan lambat.

“Setelah anak itu bertumbuh, maka ada program Kemendukbangga/BKKBN yang bernama taman asuh sayang anak (Tamasya), gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting), Gerakan ayah teladan Indonesia (Gati), Lansia berdaya (Sidaya) dan Super Apps Keluarga Indonesia," katanya.

Dia menambahkan kelima program Kemendukbangga/BKKBN dirancang untuk menjawab tantangan kependudukan di berbagai tahapan kehidupan keluarga.

"Tentu tujuannya mempercepat pembangunan keluarga berkualitas, menurunkan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendekatan terintegrasi.Program ini fokus pada pengasuhan, pemberdayaan lansia dan kolaborasi ayah," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026