Logo Header Antaranews Papua

BP3OKP Pegunungan dorong keberpihakan perempuan Lapago bidang ekonomi

Selasa, 28 April 2026 04:53 WIB
Image Print
Direktur Pokja Papua Produktif Ekonomi dan Prestasi BP3OKP Pegunungan Yoyo I Sriyoto (tiga dari kiri) berfoto bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Papua Pegunungan Yonetha Kogoya dan staf di ruang kerjanya.ANTARA/HO-Dok BP3OKP Pegunungan.

Wamena (ANTARA) - Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Pegunungan mendorong keberpihakan bagi perempuan Lapago (salah satu wilayah adat di Bumi Cenderawasih) di bidang ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan hidup.

Direktur Kelompok Kerja (Pokja) Papua Produktif Ekonomi dan Prestasi BP3OKP Pegunungan Yoyo I Sriyoto dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu mengatakan dalam mendukung pembangunan afirmasi bagi orang asli Papua (OAP) maka pihaknya mendorong keterlibatan perempuan Lapago dalam sektor ekonomi baik itu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun ekonomi kreatif.

“Kami harap perempuan-perempuan Lapago juga diberikan ruang dan kesempatan untuk terjun ke sektor UMKM dan ekonomi kreatif sehingga kesetaraan gender itu dapat terwujud di Papua Pegunungan,” katanya.

Menurut dia, pada momentum peringatan hari ulang tahun (HUT) RA Kartini pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A).

“Koordinasi itu untuk membahas mengenai keterlibatan kaum perempuan Lapago untuk duduk dan terlibat langsung sebagai pelaku usaha ekonomi serta penanganan dan perlindungan anak tanpa kekerasan dengan program pendidikan karakter yang produktif dan humanis,” ujarnya.

Dia menjelaskan pelaku ekonomi lebih banyak dikuasi oleh kaum pria, sehingga dukungan keberpihakan kepada kaum perempuan perlu didorong melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

“Kami sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat untuk otonomi khusus mendorong supaya OPD teknis dapat membuat program ekonomi yang melibatkan kaum perempuan, supaya mereka berlatih untuk meningkatkan usahanya,” katanya.

Dia menambahkan kesamaan gender itu juga berlaku di sektor usaha yang melibatkan pemerintah daerah dengan menggunakan anggaran otonomi khusus.

“Kami berharap melalui pertemuan ini, OPD teknis bisa mendorong berbagai program untuk bagaimana perempuan Lapago ini dapat meningkatkan kemampuannya dalam sektor ekonomi. Bisa dilakukan sosialisasi dan pelatihan supaya mereka dapat menyentuh langsung dengan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026