
Pemprov Papua: perlindungan kekayaan intelektual perkuat ekonomi lokal

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebutkan perlindungan kekayaan intelektual (KI) menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan kearifan tradisional contohnya sagu yang dijaga kelestariannya.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Minggu, mengatakan sehingga dalam konteks kekayaan intelektual ini terdapat ide, kreativitas dan inovasi yang merupakan aset strategis bernilai ekonomi tinggi.
"Untuk itu sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan bersama, di antaranya penguatan pendaftaran Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dengan mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk mendata dan mendaftarkan potensi indikasi geografis serta pengetahuan tradisional," katanya.
Menurut Sohilait, apalagi hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Papua yakni terwujudnya transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
"Penyerahan sertifikat kekayaan intelektual kepada masyarakat pada acara Festival Sagu Papua 2026 merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi karya dan inovasi anak bangsa," ujarnya.
Dia menjelaskan hal ini adalah langkah penting menuju Papua yang lebih berdaya saing dan mandiri, untuk itu kegiatan Festival Sagu Papua 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah besar dalam membangun ekonomi Papua berbasis potensi lokal.
"Selain itu, hilirisasi komoditas sagu misalnya juga perlu diperkuat melalui pengembangan produk turunan hingga skala industri agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global," katanya lagi.
Dia menambahkan penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, baik antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, maupun masyarakat dalam mendukung perlindungan kekayaan intelektual dan pembangunan ekonomi hijau yang inklusif.
Sebelumnya digelar Festival Sagu Papua 2026 yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkum Papua berkolaborasi dengan Pemprov Papua pada 24-26 April 2026 di halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura yang bertujuan memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-26.
Acara ini mengusung tema "Sagu Adalah Hidupku, Sagu Menjamin Peradaban Papua" dan fokus pada pameran UMKM, talkshow dan kuliner khas serta mendorong perlindungan hukum bagi produk lokal.
Dalam festival ini, beberapa perwakilan masyarakat juga menerima sertifikat kekayaan intelektual, salah satunya terkait dengan komoditas sagu.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
