Logo Header Antaranews Papua

Bulog Papua optimalkan Satgas Jemput Pangan percepat serapan beras Merauke

Selasa, 28 April 2026 14:41 WIB
Image Print
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari saat meninjau ketersediaan beras Bulog di Pasar Tradisional Hamadi Kota Jayapura, Papua pada beberapa waktu lalu (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani khususnya di wilayah Merauke melalui program Satuan Tugas (Satgas) Jemput Pangan.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, Selasa, mengatakan langkah itu dinilai efektif dalam mempercepat serapan beras sekaligus memastikan petani mendapatkan harga yang layak.

"Kami telah menempatkan enam petugas jemput pangan di sejumlah titik produksi di Merauke yang mana bertugas memantau aktivitas panen di beberapa distrik," katanya.

Menurut Mustari, kehadiran petugas tersebut bertujuan untuk memastikan petani tidak kesulitan dalam memasarkan hasil panennya, terutama saat informasi pasar terbatas.

“Petugas kami turun langsung untuk memonitor karena jangan sampai petani yang sudah panen bingung mau menjual ke mana. Ini yang kami antisipasi,” ujar dia.

Dia menjelaskan kehadiran petugas jemput pangan juga berperan aktif mendatangi lokasi panen, termasuk saat petani menjemur hasil pertanian guna menawarkan pembelian langsung oleh Bulog dengan harga yang telah ditetapkan.

"Selain itu, upaya ini juga dilakukan untuk mencegah praktik tengkulak yang berpotensi membeli hasil panen petani di bawah harga pasar, sehingga merugikan petani," katanya.

Dia menambahkan program jemput pangan ini telah berjalan sejak 2025 dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam serapan hasil pertanian di mana pada 2024, Bulog Papua mencatat serapan sekitar 16.000 ton, kemudian meningkat menjadi 22.000 ton di 2025.

"Dengan adanya satgas tersebut kami optimistis target penyerapan pada 2027 yang diproyeksikan mencapai sekitar 27.000 ton dapat terealisasi," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026