Logo Header Antaranews Papua

PLN percepat pemerataan distribusi tenaga listrik di Papua Barat

Jumat, 1 Mei 2026 16:55 WIB
Image Print
Suasana diskusi antara manajemen PT PLN (Persero) dengan Anggota Komisi XII DPR RI dan jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat, di Papua Barat, Jumat (1/5/2026). (ANTARA/HO- PLN Papua)

Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat mempercepat pemerataan distribusi tenaga listrik di wilayah Papua Barat melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur di Jayapura, Jumat, mengatakan kolaborasi antara PLN, legislatif dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan geografis dan sosial di Tanah Papua.

"Melalui komunikasi yang terbuka dan kemitraan yang kuat, PLN optimistis mampu menghadirkan layanan kelistrikan yang andal hingga ke wilayah terpencil, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Menurut Robert, listrik saat ini bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder, bukan lagi menjadi kebutuhan tersier, tapi menjadi kebutuhan dasar semua.

"Semangat ini kami bungkus juga dengan filosofi bahwa PLN ini harus hadir sebagai wujud kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat semua tanpa melihat batasan apakah itu ada di kota atau di daerah-daerah yang terpencil," ujarnya.

Dia menjelaskan PLN memaparkan pertumbuhan signifikan di UP3 Manokwari yang kini melayani 128 ribu pelanggan dengan tren konsumsi energi yang terus meningkat.

"Untuk Kabupaten Teluk Bintuni kami memprioritaskan pengembangan sistem kelistrikan di wilayah Bintuni Selatan, khususnya Desa Agonda, Foroda dan Tofoi," katanya.

Dia menambahkan secara keseluruhan, PLN menargetkan penyelesaian Listrik Desa (Lisdes) di Provinsi Papua Barat sebanyak 28 desa pada akhir April 2026 sebagai bagian dari komitmen mendukung visi besar Indonesia Terang.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew mengapresiasi kinerja PLN dalam merealisasikan program listrik desa (Lisdes), khususnya di Papua Barat.

"Kami menilai program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses energi di daerah yang sebelumnya belum terlayani," katanya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026