Logo Header Antaranews Papua

Pemkab dorong warga buat kolam tampung ikan skala besar di Jayawijaya

Kamis, 14 Mei 2026 11:42 WIB
Image Print
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jayawijaya Yusup Wetipo diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan melalui Dinas Perikanan setempat mendorong pembuatan kolam penampungan ikan air tawar berskala besar guna menampung hasil perikanan masyarakat dari 328 kampung dan empat keluarga di Jayawijaya.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jayawijaya Yusup Wetipo di Wamena, Rabu mengatakan pihaknya akan membangun tiga kolam ikan air tawar berskala besar untuk dapat menampung hasil perikanan masyarakat.

“Kolam ikan air tawar itu kami akan buat di Wamena, supaya masyarakat tidak perlu menjualnya ke pasar tetapi cukup bawa datang ke kami dan mereka dapat pulang membawa uang,” katanya.

Menurut dia, kolam penampungan yang dibangun tersebut memiliki tujuan untuk mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Jayawijaya.

“Kami sudah membuat konsep, ke depan dapur-dapur MBG dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk membeli ikan-ikan air tawar yang telah ditampung tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, generasi muda di Papua Pegunungan khususnya Jayawijaya harus dapat mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein tiga kali dalam seminggu.

“Daerah ini tidak memiliki laut, sehingga anak-anak penerima manfaat MBG harus dapat mengkonsumsi ikan tiga kali dalam seminggu. Pengelola MBG tidak perlu mendatangkan ikan air tawar dari luar, tetapi dapat membeli ikan yang ada di sini,” katanya.

Dia menambahkan, penampungan ikan air tawar milik Dinas Perikanan Kabupaten Jayawijaya difokuskan tiga jenis diantaranya mujair, mas dan lele.

“Kami harus melakukan ini supaya dapat mendorong percepatan ekonomi masyarakat Jayawijaya di kampung-kampung sekaligus membantu mensukseskan program MBG di sini,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026