Logo Header Antaranews Papua

OJK gencarkan edukasi keuangan hingga daerah terpencil Papua

Rabu, 20 Mei 2026 19:03 WIB
Image Print
Suasana Pasar Tradisional Hamadi Kota Jayapura, Papua (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua menggencarkan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat hingga wilayah terpencil dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan legal.

Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Papua Viktorinus Donny Vika Permana di Jayapura, Rabu, mengatakan penguatan literasi keuangan menjadi langkah penting agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak di tengah perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat.

“Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan industri jasa keuangan, kami terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan produk dan layanan keuangan termasuk yang dapat diakses melalui media digital serta tidak mudah tergiur penggunaan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif yang berlebihan,” katanya.

Menurut Viktorinus, edukasi keuangan yang dilakukan OJK menyasar berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM hingga masyarakat umum di wilayah terpencil Papua.

"Materi edukasi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan keluarga, perencanaan keuangan, penggunaan kredit secara produktif, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong," ujarnya.

Dia menjelaskan pemahaman keuangan yang baik diperlukan agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami kemampuan bayar, serta terhindar dari risiko penggunaan pinjaman konsumtif yang berlebihan.

"Oleh sebab itu literasi dan inklusi keuangan yang baik juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena dapat memperluas akses terhadap layanan keuangan formal yang aman dan terpercaya," katanya lagi.

Dia menambahkan berdasarkan data OJK, tingkat literasi keuangan pada 2025 secara nasional di mana mencapai 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan berada pada angka 80,51 persen.

"Untuk itu kami terus mengimbau masyarakat selalu menggunakan produk dan layanan keuangan dari perusahaan yang telah terdaftar dan memiliki izin resmi dari OJK serta memastikan kemampuan pembayaran sebelum menggunakan produk pinjaman," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026