Logo Header Antaranews Papua

PGN pertahankan rasio pembayaran dividen 80 persen

Kamis, 28 Mei 2026 08:06 WIB
Image Print
Dalam RUPST tahun ini, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda strategis perseroan, termasuk penggunaan laba bersih, perubahan anggaran dasar, penetapan auditor, serta agenda pengembangan bisnis dan tata kelola perusahaan. (ANTARA/HO-Humas PGN)

Jayapura (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 172,29 juta dolar AS atau sekitar Rp3,04 triliun (kurs tengah BI Rp 17.673), setara 80 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Tahun Buku 2025 sebesar 215,36 juta dolar AS.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam siaran pers di Jayapura, mengatakan keputusan mempertahankan dividend payout ratio (DPR) sebesar 80 persen mencerminkan komitmen PGN dalam menyeimbangkan pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

“Rasio pembayaran dividen kepada Pemegang Saham sebesar 80 persen juga mencerminkan keyakinan Perseroan terhadap kualitas cash flow, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN di tengah dinamika industri energi global,” katanya.

Menurut Fajriyah, PGN tetap melanjutkan kebijakan dividen yang konsisten sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung agenda pengembangan infrastruktur dan bisnis gas bumi nasional.

“PGN menilai fundamental bisnis gas bumi domestik tetap memiliki prospek jangka panjang yang positif seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan peran gas bumi sebagai energi transisi,” ujarnya.

Dia menjelaskan perseroan juga terus menjaga keandalan operasional melalui pengelolaan portofolio gas berbasis pipa dan LNG secara adaptif, optimalisasi infrastruktur, serta efisiensi operasional dan keuangan.

“Ke depan, PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan tetap menerapkan disiplin keuangan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” katanya lagi.

Dia menambahkan dalam RUPST tahun ini, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda strategis perseroan, termasuk penggunaan laba bersih, perubahan anggaran dasar, penetapan auditor, serta agenda pengembangan bisnis dan tata kelola perusahaan.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026