Logo Header Antaranews Papua

LMA Jayawijaya ajak masyarakat jaga stabilitas keamanan di Wamena

Jumat, 29 Mei 2026 15:30 WIB
Image Print
Ketua LMA Kabupaten Jayawijaya Herman Doga ketima menjadi moderator dalam penyelesaikan konflik antarsuku di Wamena yang berlangsung di Mapolres Jawijaya.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Jayawijaya mengajak masyarakat menjaga stabilitas keamanan di Wamena, Papua Pegunungan, Jumat (29/5), agar aktivitas sosial dan pemerintahan tetap berjalan kondusif.

Ketua LMA Jayawijaya Herman Doga di Wamena, Jumat, mengatakan konflik sosial tidak boleh kembali terjadi di Wamena setelah adanya perdamaian adat di Mapolres Jayawijaya.

“Konflik sosial setelah adanya perdamaian adat di Mapolres Jayawijaya tidak boleh lagi terjadi di Wamena karena dapat mengganggu seluruh aktivitas di daerah ini,” ujar Herman.

Ia menegaskan Wamena tidak hanya sebagai pusat pemerintahan kabupaten dan provinsi, tetapi juga sebagai “Honai” atau rumah adat besar bagi seluruh masyarakat di Papua Pegunungan.

Menurut Herman, Wamena sebagai Honai bersama harus menjadi tempat yang aman dan damai sehingga tidak boleh terjadi konflik yang dapat mencederai nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia juga menyebut konflik antarsuku yang terjadi sebelumnya merupakan konflik saudara karena masyarakat di Papua Pegunungan pada dasarnya adalah satu keluarga.

“Seluruh masyarakat di wilayah Papua Pegunungan adalah saudara dan keluarga sehingga konflik tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Herman menambahkan konflik yang terjadi telah diselesaikan melalui prosesi adat patah panah sehingga ke depan tidak boleh ada lagi perang suku di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Wamena.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga “Honai besar” tersebut agar aktivitas sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat terus berjalan serta kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026