Logo Header Antaranews Papua

Bulog membawahi 60 "Rumah Pangan Kita" di Wamena

Jumat, 29 Mei 2026 17:39 WIB
Image Print
Kepala KC Perum Bulog Wamena Dedi Rahman diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Kantor Cabang (KC) Perum Bulog Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan membawahi 60 Rumah Pangan Kita atau RPK di daerah setempat.

Kepala KC Perum Bulog Wamena Dedi Rahman di Wamena, Jumat mengatakan saat ini RPK yang beroperasi di wilayah Jayawijaya kurang lebih 60 tersebar di 40 distrik di daerah setempat.

“Kami saat ini membawahi sekitar 60 RPK di Wamena, sebagai mitra dalam mendukung penyaluran atau pendistribusian produk-produk Bulog kepada masyarakat di Jayawijaya,” katanya.

Menurut dia, untuk mendistribusikan produk Perum Bulog seperti stabilisasi pasokan harga pangan atau beras SPHP maka perlu mendaftar sesuai ketentuan menjadi mitra yakni RPK.

“Masyarakat bisa menjual produk Bulog diantaranya beras SPHP, terlebih dahulu mengurus dokumen menjadi RPK atau mitra Bulog. Kami bersyukur dengan adanya RPK sangat membantu penyaluran beras SPHP kepada masyarakat di Jayawijaya,” ujarnya.

Dia menjelaskan RPK adalah outlet penjualan pangan pokok yang dibina langsung oleh Perum Bulog untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Program kemitraan ini berfungsi sebagai jaringan distribusi langsung yang memotong rantai pasokan demi menstabilkan harga pangan nasional,” katanya.

Dia menambahkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras SPHP di wilayah Indonesia bagian timur Maluku dan Papua sebesar Rp13.500 per kilogram.

“Kami dapat sampaikan bahwa beras SPHP yang dibeli oleh mitra atau RPK dari Bulog sebesar Rp11.600 per kilogram dan mereka menjual kepada masyarakat di Jayawijaya sesuai harga HET Rp13.500 per kilogram, tidak boleh lebih dari harga tersebut,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026