Logo Header Antaranews Papua

Taman Nasional Lorentz Papua dijaga 40 tenaga penjaga

Selasa, 2 Juni 2026 13:19 WIB
Image Print
Kepala Balai Taman Nasional Lorentz Papua Manuel Mirino diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI memiliki kurang lebih 40 tenaga fungsional penjaga Taman Nasional Lorentz Papua.

Kepala Balai Taman Nasional Lorentz Manuel Mirino dalam keterangan tertulis di Wamena, Senin mengatakan pihaknya memiliki 40 tenaga fungsional pengelola Taman Nasional Lorentz.

“Memang kami sadari tenaga pengelola atau penjaga Taman Nasional Lorentz sangat tidak memungkinkan, karena ruang lingkup cakupan hutan yang begitu luas mencakup tiga daerah yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan,” katanya.

Menurut dia, luas Taman Nasional Lorentz kurang lebih mencapai 2,4 juta hektare maka membutuhkan penanganan yang khusus dalam pengelolaannya.

“Kami menyadari jumlah sumber daya manusia (SDM) pengelola Taman Nasional Lorentz yang kurang maka pihaknya harus memiliki berbagai cara supaya kawasan hutannya tetap terjaga dan lestari,” ujarnya.

Dia menjelaskan cara yang dilakukan untuk memaksimalkan pengelolaan Taman Nasional Lorentz adalah melibatkan masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga kawasan lindung tersebut.

“Kami dalam pengelolaan Taman Nasional Lorentz dengan melibatkan masyarakat adat bersama-sama menjaga dan melindungi kawasan hutan tersebut tentu melalui sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan,” katanya.

Dia menambahkan pendekatan yang dilakukan Balai Taman Nasional Lorentz selama ini berdampak baik, dimana masyarakat adat memiliki kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang berlebihan di dalam Taman Nasional Lorentz.

“Masyarakat adat pun menyadari betapa pentingnya kawasan hutan tersebut sehingga mereka pun menjaga dan melindungi dengan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan di dalamnya,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026