Logo Header Antaranews Papua

Gubernur minta pabrik pakan prioritaskan bahan baku lokal di Papua

Kamis, 4 Juni 2026 17:01 WIB
Image Print
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri meminta pabrik pakan Garuda Bumi Papua yang mulai dibangun di Kabupaten Keerom harus memprioritaskan penggunaan bahan baku dari petani lokal guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

"Untuk itu investasi yang masuk harus memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Fakhiri, di Jayapura, Kamis.

Menurut Fakhiri, pihaknya memberikan apresiasi karena kehadiran pabrik pakan ternak membuka pasar yang lebih luas bagi komoditas pertanian yang dihasilkan petani Papua, khususnya jagung yang menjadi salah satu bahan utama pembuatan pakan ternak.

"Serta pembangunan pabrik tersebut juga menjadi fondasi awal bagi pengembangan industri pertanian dan peternakan yang terintegrasi di Papua," ujarnya.

Oleh sebab itu pihaknya saat ini terus mendorong program cetak sawah dan peningkatan produksi pangan di berbagai daerah.

"Papua memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Karena itu, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian harus terus didorong agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya berharap langkah tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di daerah. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Papua.

"Kami optimistis pembangunan pabrik pakan Garuda Bumi Papua akan membuka lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya pengusaha muda Papua, serta mempercepat terwujudnya Papua yang maju, mandiri, dan sejahtera," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Mathius D Fakhiri melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pakan ternak Garuda Bumi Papua di Kabupaten Keerom, Rabu (3/6).



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026