Logo Header Antaranews Papua

BEI dan Kadin perluas literasi pasar modal bagi pengusaha di Papua

Jumat, 5 Juni 2026 10:32 WIB
Image Print
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat memperluas literasi pasar modal bagi pelaku usaha melalui kegiatan Workshop Go Public 2026 sebagai solusi pendanaan.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kresna Aditya Payokwa di Jayapura, Kamis, mengatakan perusahaan-perusahaan lokal di Papua memiliki potensi untuk berkembang, namun masih perlu meningkatkan berbagai aspek seperti tata kelola perusahaan, skala bisnis, dan kapasitas aset agar siap melantai di bursa atau melakukan penawaran saham perdana (IPO).

“Oleh sebab itu melalui kegiatan ini kami memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha tentang proses go public, mulai dari persiapan yang harus dilakukan hingga menghadapi tantangan yang akan dihadapi setelah menjadi perusahaan terbuka,” katanya di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

Menurut Kresna, saat ini sudah ada beberapa perusahaan lokal yang mulai menjalin komunikasi dengan BEI terkait peluang go public.

"Perusahaan tersebut berasal dari sektor ritel maupun pertambangan hanya saja pembahasannya masih berada pada tahap awal," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk itu melalui kegiatan ini diharapkan ke depan semakin banyak lagi perusahaan di Papua yang tertarik untuk go public.

"Edukasi seperti ini akan terus rutin kami lakukan dan berharap dalam waktu dua atau tiga tahun ke depan akan ada perusahaan lokal Papua yang siap masuk pasar modal karena sejak dini memiliki pemahaman dasar dan mulai mempersiapkan diri,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Papua Jacleana Joku mengatakan dengan adanya kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi para pelaku usaha mengenai alternatif pendanaan melalui pasar modal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha.

"Memang proses menuju perusahaan terbuka membutuhkan persiapan yang matang dan tidak dapat dilakukan secara instan karena perusahaan harus memiliki kinerja yang baik, tata kelola yang sehat, serta pembukuan yang tertata," katanya.

Menurut Jacleana, sosialisasi ini penting dilakukan lagi secara berkala dan pihaknya optimistis perusahaan-perusahaan di Papua akan tertarik untuk go public.

"Perusahaan di Papua memiliki peluang besar untuk naik kelas dan masuk bursa, termasuk usaha kecil dan menengah yang telah berkembang dan memiliki sistem pengelolaan keuangan yang baik," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026