
Tim "trauma healing" Polres Boven Digoel dampingi pengungsi terdampak KKB

Jayapura (ANTARA) - Tim "trauma healing" yang dibentuk Polres Boven Digoel hingga kini masih mendampingi pengungsi dari Distrik Manggelum yang kabur setelah KKB melakukan aksi membakar fasilitas pendidikan.
Selain membakar fasilitas pendidikan yang ada di Distrik Manggelum, KKB juga membakar lima rumah warga sehingga mereka ketakutan dan melarikan diri menggunakan perahu motor menyusuri sungai Digoel.
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra kepada ANTARA, Senin malam mengatakan, tim trauma healing beranggotakan personel Polri itu berupaya membantu warga terutama perempuan dan anak-anak menghilangkan rasa takut yang dialaminya.
Personel Polwan Boven Digoel berupaya menghilangkan trauma khususnya bagi anak-anak dengan mengajak mereka bermain dan bernyanyi serta bercerita.
Selain menyiapkan tim trauma healing, Polres Boven Digoel juga melakukan pemeriksaan kesehatan ke para pengungsi.
Saat ini warga Manggelum yang mengungsi ke Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel tercatat sebanyak 235 orang dan mereka ditampung di Mapolres Boven Digoel, kata Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu.
Menurutnya, dari laporan yang diterima KKB melakukan aksi kekerasan dengan membakar fasilitas pendidikan dan rumah warga itu terjadi tanggal 4 Juni lalu.
Sesaat setelah insiden itu terjadi, guru dan nakes langsung mengungsi yang kemudian diikuti masyarakat, kata Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim "trauma healing" Polres Boven dampingi pengungsi terdampak KKB
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
