
Pemprov Papua Pegunungan dorong program "Hijaukan Lembah" guna jaga lingkungan

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan (Papeg) mendorong program “Hijaukan Lembah” di wilayah Kabupaten Jayawijaya guna menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua Tim Tenaga Ahli Gubernur Papeg Paul Wetipo dalam keterangan tertulis di Wamena, Rabu, mengatakan saat ini Pemprov Papeg memiliki program "Hijaukan Lembah" di Kabupaten Jayawijaya.
“Hijaukan Lembah merupakan program yang digagas oleh Gubernur Papua Pegunungan John Tabo supaya kawasan-kawasan yang pohonnya telah ditebang dapat ditumbuhi pohon kembali sehingga kelestarian lingkungan dapat terus terjaga,” katanya.
Menurut dia, program ini telah mulai dilaksanakan saat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2026 di kawasan perbukitan Napua, Kabupaten Jayawijaya.
“Kami saat itu melakukan penanaman kurang lebih 3.000 pohon asli Papua Pegunungan seperti wilo, sin, dan pucuk merah, serta beberapa tanaman lainnya supaya menjadi penyangga dan dapat mencegah terjadinya longsor dan banjir,” ujarnya.
Dia menjelaskan program "Hijaukan Lembah" juga sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda Papeg agar mencintai alam dan menjaga kelestarian ekosistem dengan menanam pohon.
“Bapak gubernur menginginkan program ini menjadi salah satu metode langsung yang diberikan kepada generasi muda Papua Pegunungan untuk mencintai alam dengan perbuatan nyata yakni menanam pohon,” katanya.
Dia menambahkan, setiap pohon yang ditanam dapat menyediakan oksigen bagi dua hingga tiga orang manusia serta menjaga keseimbangan alam di Indonesia khususnya di Papeg.
“Bapak gubernur menginginkan budaya menanam pohon terus ditingkatkan dengan melibatkan semua elemen masyarakat terutama generasi muda di Papua Pegunungan sehingga lingkungan dan alam kita terjaga dengan baik,” ujarnya.
Penanaman 3.000 pohon di kawasan perbukitan Napua melibatkan 300 pelajar dari SD YPPGI Napua, Kabupaten Jayawijaya dan Sekolah Papua Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
