
Pemprov Papua Pegunungan dorong tamatan SMA-SMK ikuti program "Adik"

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan mendorong tamatan SMA-SMK untuk dapat mengikuti program afirmasi pendidikan tinggi atau “Adik”.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan Wasuok D Siep di Wamena, Kamis mengatakan tamatan SMA/SMK untuk dapat mendaftar beasiswa dari pemerintah yakni Adik.
“Dengan beasiswa penuh dari pemerintah maka mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan baik di perguruan-perguruan tinggi ternama di Indonesia, tentu di luar Papua,” katanya.
Menurut dia, Adik adalah program beasiswa dari pemerintah Indonesia yang bertujuan memberikan akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi siswa dari wilayah afirmasi khusus salah satunya Papua Pegunungan.
“Kelompok yang disasar mencakup pelajar dari wilayah Papua, daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), anak pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri, lulusan program afirmasi pendidikan menengah (Adem) dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kebetulan 57 anak-anak asli Papua Pegunungan dari tujuh kabupaten telah menyelesaikan studi pendidikan menengah di Pulau Jawa dan Bali melalui program Adem.
“Kami sangat berharap 57 anak-anak asli Papua Pegunungan yang telah mengikuti program Adem sejak dibangku pendidikan menengah, dapat secara otomatis dilanjutkan ke pendidikan perguruan tinggi di luar Papua,” katanya.
Dia menambahkan, dengan dukungan pemerintah pusat melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan atau (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dan beasiswa serupa di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI sehingga generasi muda Papua Pegunungan dapat melanjutkan pendidikan tidak hanya di tingkat menengah tetapi perguruan tinggi.
“Kami berharap pemerintah pusat melalui berbagai program beasiswa pendidikan dapat membantu anak-anak kami di sini untuk memperoleh pendidikan yang layak sehingga mereka dapat kembali dan membangun daerah ini ke depan,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
