
Satgas Yonif 511 beli hasil kebun petani Numbukawi Lanny Jaya

Wamena (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 511/DY membeli hasil perkebunan petani di Kampung Numbukawi, Distrik Malagai, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Danpos Malagai Satgas Pamtas Yonif 511/DY Kapten Sena Nurjabbar dalam keterangannya diterima di Wamena, Kamis mengatakan pembelian hasil perkebunan warga di Kampung Numbukawi merupakan wujud kemanunggalan TNI.
“TNI hadir di tengah-tengah warga pedalaman Papua bukan hanya sekadar menjaga keamanan tetapi jauh dari itu untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan memperkuat ekonomi warga di daerah penugasan,” katanya.
Menurut dia, kegiatan pembelian hasil perkebunan juga dalam upaya nyata mendukung perekonomian masyarakat di wilayah penugasan.
“Kami dari Satgas Pamtas Yonif 511/DY Pos Malagai menggelar aksi teritorial dengan memborong hasil perkebunan yang dijual oleh warga lokal khususnya mama-mama Papua,” ujarnya.
Dia menjelaskan aksi borong hasil perkebunan ini dilakukan secara spontan, namun terprogram ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan ekonomi warga pedalaman.
“Kami melakukan ini karena sering seringkali warga kesulitan memasarkan hasil kebunnya karena keterbatasan akses transportasi ke pasar yang jaraknya cukup jauh,” katanya.
Dia menambahkan berbagai hasil bumi segar seperti keladi, petatas (ubi jalar), sayur-sayuran, hingga buah-buahan lokal dibeli oleh prajurit satgas dengan harga yang menguntungkan para petani, tanpa proses tawar-menawar yang memberatkan.
Menurut dia, kehadiran TNI AD di tanah Papua tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi solusi bagi kesulitan warga di sekelilingnya.
"Kami melihat langsung bagaimana perjuangan mama-mama Papua ini berjalan kaki cukup jauh dari kebun membawa hasil bumi yang berat, namun terkadang hingga sore hari dagangan mereka belum juga habis,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya berinisiatif memborong hasil perkebunan petani sebagai bentuk dukungan perekonomian di pedalaman Papua.
“Ini adalah implementasi dari perintah harian KSAD, di mana TNI AD harus hadir di tengah kesulitan rakyat dan menjadi solusi," katanya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
