
Kadin Papua ajak pengusaha siapkan diri masuk pasar modal

Jayapura (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua mengajak pelaku usaha di daerah setempat untuk mulai mempersiapkan diri masuk ke pasar modal sebagai salah satu alternatif pendanaan guna memperkuat dan mengembangkan usaha.
Ketua Umum Kadin Provinsi Papua Jacleana Joku di Jayapura, Jumat, mengatakan pasar modal adalah menjadi alternatif sumber pendanaan bagi pelaku usaha selain pembiayaan perbankan.
"Oleh sebab itu keberadaan Pasar Modal ini harus dimanfaatkan dengan baik bagi para pengusaha di Sembilan kabupaten kota di Papua," katanya.
Menurut Jacleana, untuk itu dengan perusahaan bergabung ke Pasar Modal maka berpeluang memperoleh modal dalam jumlah lebih besar sehingga bisa melakukan ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, hingga memperluas jangkauan pasar.
"Masuk ke pasar modal juga membuka peluang bagi perusahaan daerah untuk menarik investasi dari investor nasional maupun internasional, sehingga dapat memperkuat daya saing usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar dia.
Oleh sebab itu skema pendanaan melalui penawaran saham kepada publik dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang telah memiliki tata kelola dan kinerja usaha yang baik, lanjutnya.
“Saya berharap bagi pengusaha yang telah mengikuti kegiatan Go Public Workshop 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/6) lalu menjadi momentum penting bagi pengusaha daerah untuk memahami peluang pendanaan melalui pasar modal," katanya.
Dia menambahkan secara optimistis perusahaan-perusahaan Papua bisa naik kelas dan menjadi emiten namun yang terpenting adalah kesiapan perusahaan serta adanya mentor dan pendamping yang membantu dalam proses menuju go public.
"Kami terus mengimbau para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperkuat manajemen perusahaan dan menjaga transparansi pengelolaan keuangan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi," ujar dia.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
