
Dinkes Jayapura gandeng jurnalis perkuat informasi HIV bagi masyarakat

Jayapura (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura, Papua menggandeng jurnalis di daerah ini untuk memperkuat kapasitas informasi media dalam menyebarkan edukasi bagi masyarakat terutama terkait pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS dan tuberculosis (TBC).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Juliana Napitupulu dalam kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS dan TBC di Jayapura, Jumat, mengatakan media massa berperan penting dalam memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat sehingga pentingnya kolaborasi bersama para jurnalis untuk menyamakan persepsi dalam pencegahan HIV dan TBC melalui pemberitaan.
"Situasi penyebaran HIV dan TBC di Kota Jayapura hingga kini masih menjadi tantangan serius," katanya.
Pihaknya mencatat, Kota Jayapura menempati urutan pertama kasus HIV AIDS di Provinsi Papua di mana hingga trimester pertama 2026 jumlah kumulatif kasus HIV AIDS di daerah ini sebanyak 11.235 kasus, meningkat dari total 10.946 kasus pada akhir 2025.
"Sementara untuk kasus TBC sepanjang 2025 tercatat 3.007 kasus sehingga tren penularan terus diwaspadai seiring ditemukan 932 kasus baru TBC dalam periode Januari hingga Mei 2026," ujarnya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Jayapura Yusnita Pabeno mengatakan HIV AIDS dan bakteri TBC merupakan kombinasi infeksi yang saling memperparah penurunan sistem kekebalan tubuh manusia sehingga berisiko tinggi meningkatkan angka kesakitan hingga kematian.
"Selain penanganan medis, hambatan terbesar di lapangan adalah kuatnya stigma sosial bagi orang dengan HIV (ODHIV) maupun penderita TBC," katanya.
Dia menjelaskan salah satu langkah strategis untuk memutus rantai penularan dan hambatan sosial ini adalah menyebarluaskan informasi yang benar secara terus-menerus.
"Media massa adalah wadah paling efektif karena jangkauannya yang luas ke seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Pihaknya berharap dari sosialisasi ini, jurnalis mendapatkan informasi dasar tentang HIV AIDS dan TBC yang akurat, termasuk menyamakan persepsi, agar berita yang diproduksi bisa lebih inklusif, suportif dan penuh empati.
"Dengan berita yang mengedukasi diharapkan dapat mengajak masyarakat agar tidak takut melakukan tes kesehatan secara sukarela dan mencari pengobatan medis sejak dini," ujarnya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
