Logo Header Antaranews Papua

BPJS perkuat literasi asuransi kesehatan bagi mahasiswa di Papua

Rabu, 17 Juni 2026 07:14 WIB
Image Print
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Erika Verayanti Lumban Gaol saat memaparkan literasi asuransi kesehatan pada kegiatan kuliah umum di Institut Swadiri,Kota Jayapura, Papua, Senin (15/6). (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jayapura terus memperkuat literasi asuransi kesehatan sosial bagi mahasiswa melalui kuliah umum dan penandatanganan kerja sama guna meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai sistem jaminan kesehatan nasional.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Erika Verayanti Lumban Gaol di Jayapura Senin, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam program magang.

"Untuk kali ini kami melakukan kerja sama dengan Institut Swadiri di mana dengan adanya kolaborasi seperti ini bertujuan memberikan edukasi dan peningkatan kompetensi bagi mahasiswa setempat," katanya usai memberikan kuliah umum di Institut Swadiri,Kota Jayapura, Papua, Senin.

Menurut Erika, selain itu juga ke depan juga dapat berkolaborasi dalam kegiatan magang sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan.

"Kegiatan kuliah umum tersebut diikuti sebanyak 70 mahasiswa dari Prodi Administrasi Kesehatan dengan begitu kami harapkan nantinya dapat mengimplementasikan pengetahuan tersebut melalui program magang di BPJS Kesehatan," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam kuliah umum tersebut para peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep asuransi kesehatan sosial, serta perbedaan dengan asuransi kesehatan komersial, hingga penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Melalui kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya jaminan kesehatan sosial dan berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan Program JKN melalui kepatuhan sebagai peserta serta peningkatan kesadaran terhadap prinsip gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Sementara itu salah satu mahasiswa Prodi Adminitrasi Kesehatan Ironimus Baransano mengatakan pihaknya memberikan apresiasinya atas pelaksanaan kuliah umum. Di mana melalui kegiatan tersebut pihak menilai ini memberikan pemahaman yang lebih luas terkait mekanisme pendaftaran, kepesertaan, serta tata kelola Program JKN di lapangan.

"Oleh sebab itu kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar mahasiswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga siap menghadapi implementasi di dunia kerja, khususnya di sektor pelayanan kesehatan," katanya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026