Logo Header Antaranews Papua

PLN catat konsumsi listrik Papua capai 977,35 GWh pada Mei 2026

Rabu, 17 Juni 2026 07:15 WIB
Image Print
Salah satu pelanggan PLN yang memanfaatkan listrik untuk memenuhi kebutuhan hari-hari di Kota Jayapura, Papua pada beberapa waktu lalu (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) mencatat konsumsi listrik setempat mencapai 977,35 gigawatt-hour (GWh) pada Mei 2026 di mana hal itu menunjukkan adanya penguatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumasaur di Jayapura, Senin, mengatakan tren konsumsi listrik menjadi indikator meningkatnya produktivitas masyarakat dan dunia usaha di wilayah Papua.

“Pada Mei 2026 ini kami melihat terjadinya kenaikan konsumsi listrik hingga 5,06 persen yakni 977,35 gigawatt-hour (GWh) dari sebelumnya 930,32 GWh," katanya.

Menurut Roberth, dan salah satu penyerap energi listrik terbesar yakni di sektor rumah tangga dengan porsi mencapai sekitar 59 persen dari total penjualan, atau setara 576,7 juta kWh hingga Mei 2026.

"Selain itu, sektor sosial tercatat mengalami pertumbuhan konsumsi paling signifikan dengan peningkatan 13,22 persen dan total serapan mencapai 68,0 juta kWh," ujar dia.

Ia menambahkan sementara itu dari sisi sektor industri juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 9,77 persen dan total konsumsi sekitar 15,2 GWh.

"Kemudian total pelanggan PLN di Papua terus meningkat dan mencapai 948.170 pelanggan pada Mei 2026, atau tumbuh 5,28 persen secara tahunan," ujar dia.

Dengan pertumbuhan jumlah pelanggan ini menunjukkan semakin luasnya akses listrik yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi, katanya menjelaskan.

"Untuk itu kami juga akan terus memperkuat keandalan pasokan listrik serta meningkatkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile, guna memudahkan pelanggan dalam mengakses berbagai layanan kelistrikan secara cepat dan transparan," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026