
Pemprov Papua Selatan sebut 1 Muharram momentum satukan perbedaan sebagai kekuatan

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan (Papsel) menyebutkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum menyatukan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah ini yang lebih baik lagi.
"Kebersamaan merupakan modal sosial dan persaudaraan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan daerah serta menghadirkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat," kata Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Selasa.
Menurut Apolo, momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah merupakan peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah serta kehidupan ke arah yang lebih baik.
"Melalui momentum ini juga kami mengajak seluruh masyarakat terus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan serta memperkuat toleransi antarumat beragama," ujarnya.
Dia menjelaskan pembangunan di Papua Selatan tidak akan berjalan dengan baik tanpa kerja sama, kolaborasi, dan partisipasi semua dari elemen masyarakat.
"Sehingga kami berharap Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan semangat pengabdian membangun Papua Selatan yang maju, aman, harmonis, sejahtera, dan berkeadilan," kata Gubernur Apolo.
Dia menambahkan hijrah mengajarkan tentang pentingnya perjuangan, pengorbanan, kesabaran, serta keberanian, untuk melakukan perubahan demi mencapai kehidupan yang lebih baik.
"Dengan demikian makan hijrah tidak dipahami sebagai perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi lebih dari pada itu yakni perubahan sikap dan perubahan akhlak menuju pribadi yang lebih baik dan bermanfaat," ujar Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
