Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua nilai transformasi digital penting dalam pengembangan daerah

Rabu, 17 Juni 2026 07:28 WIB
Image Print
Pembukaan Fescend Ke-3 Tahun 2026 yang bertempat Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Kota Jayapura, Kamis (11/6/2026) (ANTARA/HO- Bank Indonesia Papua)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menilai transformasi digital berperan penting dalam pengembangan ekonomi daerah karena mampu memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat daya saing pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Cenderawasih.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Transmigrasi Provinsi Papua Jimmy A.Y. Thesia di Jayapura, Selasa (16/6) mengatakan digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan ekonomi yang semakin dinamis.

“Untuk itu transformasi digital menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan Papua, mulai dari kopi pegunungan, sagu, ikan asar dari wilayah pesisir hingga kerajinan noken yang dihasilkan para pelaku UMKM Orang Asli Papua,” katanya.

Menurut Jimmy, pemanfaatan teknologi digital memberikan peluang bagi produk lokal Papua untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

"Pada Kamis (11/6) kami membuka kegiatan Festival Cenderawasih (Fescend) ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI), untuk melalui acara tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan,"ujarnya.

Dia menjelaskan apalagi tema Fescend) Ke-3 Tahun 2026 yakni Sinergi dan Transformasi Digital dalam Penguatan Ekonomi Papua yang Inklusif dan Berkelanjutan ini relevan dengan kondisi dan kebutuhan pembangunan ekonomi Papua saat ini.

"Digitalisasi menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya lagi.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi langkah BI Papua dalam memperluas penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dinilai mampu menciptakan ekosistem keuangan yang lebih aman, transparan, dan efisien.

"Kami bersama BI, perbankan dan berbagai lembaga pendukung UMKM terus memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir melalui peningkatan kualitas produk, sertifikasi, perluasan akses pemasaran, hingga penguatan konektivitas logistik," ujarnya.

Sementara itu Pelaksana harian Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Yunianto mengatakan kegiatan Fescend Ke-3 Tahun 2026 berlangsung hingga 21 Juni 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan promosi UMKM, ekonomi kreatif, edukasi digitalisasi, serta perluasan penggunaan sistem pembayaran non tunai.

"Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak dalam membangun perekonomian Papua yang adaptif, berdaya saing, terdigitalisasi dan berkelanjutan," katanya.

Menurut Yunianto, pihaknya optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Papua yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026