Logo Header Antaranews Papua

PLN tanam 500 bibit pohon dukung Gerakan ASRI Papua Barat Daya

Rabu, 17 Juni 2026 14:11 WIB
Image Print
Petugas PLN melakukan penanaman 500 bibit pohon jenis ketapang kencana dan pucuk merah di sepanjang Jalan Kontainer Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin (15/6/2026). ANTARA/HO-PLN Papua

Jayapura (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menanam 500 bibit pohon jenis Ketapang Kencana dan Pucuk Merah sebagai bentuk dukungan terhadap Program Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) Papua Barat Daya.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur di Jayapura, Rabu, mengatakan kegiatan tersebut bagian dari upaya bersama menyukseskan target penanaman 5.000 pohon dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

"Pada Senin (15/6) kami melakukan penanaman 500 bibit pohon jenis Ketapang Kencana dan Pucuk Merah di sepanjang jalan kontainer, Kabupaten Sorong, di mana ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan," katanya.

Dia menjelaskan langkah tersebut juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus dijalankan PLN dalam mendukung pengurangan emisi karbon serta menjaga keseimbangan ekosistem di tanah Papua.

"Kehadiran kami tidak hanya berfokus pada upaya menerangi tanah Papua, tetapi juga harus membawa dampak positif bagi pelestarian alam dan kualitas hidup masyarakatnya," ujarnya.

Dia menjelaskan 500 bibit pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi ekologis jangka panjang untuk mendukung lingkungan yang lebih hijau, sekaligus memberikan manfaat bagi generasi mendatang melalui penyediaan udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu memberikan apresiasi atas dukungan PLN dan seluruh pihak yang terlibat dalam Gerakan ASRI.

"Keberhasilan penanaman 2.000 pohon pada tahap awal menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, lembaga pendidikan, komunitas peduli lingkungan, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

Pihaknya optimistis sisa target penanaman 3.000 bibit pohon akan dilaksanakan secara bertahap bersama komunitas Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) dengan menyasar lahan-lahan kosong yang berpotensi untuk dihijaukan di wilayah Papua Barat Daya.

"Kami berharap gerakan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim di daerah itu," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026