Logo Header Antaranews Papua

Kemenag Papua sebut momentum Galungan jadi pengingat jaga toleransi

Kamis, 18 Juni 2026 08:21 WIB
Image Print
Umat Hindu di Kota Jayapura merayakan Hari Raya Galungan, Rabu (17/6/2026) (ANTARA/HO-Dokumen pribadi)

Jayapura (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menyebutkan momentum Hari Raya Galungan menjadi pengingat untuk menjaga toleransi dan keharmonisan serta kelestarian lingkungan.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua I Wayan Wira Adnyana di Jayapura, Rabu, mengatakan pihaknya mengajak umat Hindu di daerah untuk memaknai Galungan lebih dari sekadar perayaan seremonial.

"Galungan bukan hanya ritual semata, tetapi bagaimana esensi ajaran itu diterapkan dalam kehidupan. Kemenangan dharma harus tercermin dalam sikap di rumah, di sekolah, di kantor, maupun di tengah masyarakat," katanya.

Menurut Wira, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

"Kita mungkin tidak selalu bersatu dalam keimanan, tetapi kita bisa bersatu dalam nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Papua I Komang Alit Wardana mengatakan Hari Raya Galungan merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat keyakinan, spiritualitas, serta merefleksikan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

“Galungan adalah hari kemenangan dharma melawan adharma, kemenangan kebaikan dan kebenaran atas hal-hal yang tidak baik," katanya.

Dia menjelaskan perayaan Galungan tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi menjadi titik refleksi bagi umat untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan serta memperkuat kehidupan spiritual.

"Umat diharapkan memiliki kemampuan memilah informasi dan menjaga pikiran, perkataan, serta tindakan agar tetap berlandaskan pada nilai-nilai kebenaran," ujarnya.

Dia menambahkan pikiran yang baik akan melahirkan perkataan yang baik dan membentuk jiwa kerohanian yang baik. Dengan demikian, umat diharapkan mampu memilih mana yang membawa kebaikan dan menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran dharma.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026