Logo Header Antaranews Papua

BP3OKP Pegunungan perkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak

Senin, 22 Juni 2026 14:24 WIB
Image Print
Direktur Pokja Papua Produktif Ekonomi dan Prestasi BP3OKP Pegunungan Yoyo I Sriyoto berbincang dengan salah satu pengurus panti asuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Pegunungan memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak daerah setempat.

Direktur Kelompok Kerja (Pokja) Papua Produktif Ekonomi dan Prestasi BP3OKP Pegunungan Yoyo I Sriyoto dalam keterangan tertulis di Wamena, Senin mengatakan beberapa waktu pihaknya telah bertemu dengan organisasi perangkat daerah (OPD) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Pegunungan untuk membahas beberapa hal salah satunya mengenai perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Kami berharap perempuan dan anak asli Papua Pegunungan atau disebut Lapago itu dapat dilindungi dari semua aspek supaya mereka dapat memperoleh pendidikan, kesehatan, kasih sayang dari orang tua, keluarga maupun orang-orang terdekat,” katanya.

Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih kerap terjadi di seluruh wilayah Papua terkhususnya di Papua Pegunungan.

“Oleh sebab itu lembaga BP3OKP memiliki kewajiban untuk bagaimana perempuan dan anak memperoleh perlindungan yang baik supaya percepatan pembangunan dari sisi manusia dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Dia menjelaskan dalam konteks kemanusiaan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu tidak boleh dilakukan karena memiliki aturan hukum yang jelas.

“Kekerasan yang dilakukan kepada perempuan dan anak dalam perspektif luas itu mengandung kekuatan hukum yang pasti dan sanksinya adalah pidana. Hal-hal inilah yang harus disampaikan kepada masyarakat supaya menjadi perhatian serius,” katanya.

Dia menambahkan OPD teknis baik provinsi maupun kabupaten harus sering melakukan sosialisasi, pembekalan terhadap masyarakat terutama perempuan sehingga kasus-kasus kekerasan itu dapat dihindarkan.

“Perempuan itu penggerak ekonomi di dalam keluarga, anak juga merupakan cikal bakal pimpinan masa depan Papua sehingga perlindungan itu harus benar-benar harus dirasakan oleh mereka,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026