
BKKBN Papua perkuat perencanaan pembangunan keluarga harapan

Wamena (ANTARA) - Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua memperkuat perencanaan dalam membangun keluarga harapan di wilayah tersebut melalui program 1.000 hari pertama kehidupan.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua Charles Brabar di Wamena, Senin, mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga maka perlu perencanaan yang baik oleh orang tua sewaktu bayi masih di dalam kandungan.
“Berbicara kesejahteraan itu perlu perencanaan yang baik dari sebuah keluarga, terutama ibu dan ayah yang telah merencanakan segala sesuatu sewaktu janin masih di dalam kandungan,” katanya.
Menurut dia, Kemendukbangga/BKKBN itu mengerjakan program-program kependudukan masyarakat Indonesia yang dimulai dari dalam kandungan.
“Kami itu melaksanakan berbagai program kependudukan yang dimulai dari dalam kandungan hingga lansia atau orang tua,” ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya memiliki program 1.000 hari pertama kehidupan untuk bagaimana secara serius mengatasi masalah stunting atau pertumbuhan lambat.
Dia menjelaskan bahwa program 1.000 hari pertama kehidupan dimulai sejak janin masih di dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun, sebagai upaya serius dalam mengatasi masalah stunting atau gangguan pertumbuhan.
Dia menjelaskan setelah anak bertumbuh, terdapat program Kemendukbangga/BKKBN yang bernama taman asuh sayang anak (Tamasya) dan gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting).
“Selain itu, terdapat pula Gerakan ayah teladan Indonesia (Gati), Lansia berdaya (Sidaya) dan Super Apps Keluarga Indonesia," katanya.
Dia menambahkan kelima program Kemendukbangga/BKKBN dirancang untuk menjawab tantangan kependudukan di berbagai tahapan kehidupan keluarga.
"Tentu tujuannya mempercepat pembangunan keluarga berkualitas, menurunkan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendekatan terintegrasi. Program ini fokus pada pengasuhan, pemberdayaan lansia dan kolaborasi ayah," ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
