
DKP sebut pembangunan "cold storage" di Papua antisipasi fluktuasi produksi

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat menilai pembangunan fasilitas cold storage atau ruang penyimpanan dingin menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi fluktuasi produksi hasil perikanan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Imam Djuniawal di Jayapura, Kamis, mengatakan produksi perikanan di Papua, baik dari sektor penangkapan maupun budidaya, sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan perubahan iklim.
“Produksi perikanan tidak selalu stabil. Ada masa tertentu hasil tangkapan melimpah, tetapi di waktu lain mengalami penurunan akibat faktor alam,” katanya.
Menurut Imam, kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan penguatan infrastruktur penunjang, terutama fasilitas rantai dingin seperti pabrik es dan cold storage untuk menjaga kualitas dan ketersediaan hasil perikanan
“Karena itu, dibutuhkan dukungan sarana seperti pabrik es dan cold storage agar kualitas ikan tetap terjaga hingga ke pasar,” ujarnya.
Dia menjelaskan oleh sebab itu pihaknya sangat mendorong pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai pusat aktivitas perikanan terpadu mulai dari pendaratan ikan, penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran.
"Selain itu dengan hadirnya koperasi nelayan yang ada nantinya diharapkan berperan sebagai penghubung antara nelayan dan pasar sehingga terdapat kepastian pembelian hasil tangkapan masyarakat pesisir," katanya lagi.
Dia menambahkan pembangunan sektor perikanan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga harus membangun mata rantai usaha secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar potensi perikanan Papua dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
