
PLN Papua sebut pemadaman terjadwal cegah gangguan listrik dadakan

Jayapura, Papua (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menyebutkan pemadaman listrik terjadwal, yang dilakukan di sejumlah wilayahnya merupakan bagian dari pemeliharaan terencana guna meningkatkan keandalan jaringan dan mencegah terjadinya gangguan mendadak di kemudian hari.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIW Papua dan Papua Barat Irfan Djabar di Jayapura, Kamis, mengatakan pemeliharaan jaringan dilakukan sebagai langkah preventif agar pasokan listrik kepada pelanggan semakin stabil dan tidak mudah terganggu akibat faktor teknis maupun kondisi alam.
"Pemadaman yang kami lalukan merupakan pemeliharaan terencana untuk meningkatkan keandalan jaringan. Tujuannya, agar ke depan pasokan listrik lebih stabil dan terhindar dari gangguan mendadak," katanya.
Menurut Irfan, sebelum pelaksanaan pemadaman, PLN telah menyampaikan informasi jadwal kepada pelanggan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial dan grup komunikasi pelanggan.
"Untuk itu, tidak ada yang namanya padam bergilir, namun pemadaman terjadwal dengan begitu masyarakat dapat melakukan persiapan lebih awal," ujarnya.
Dia menjelaskan informasi dini yang dilakukan ini menjadi bagian penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di bidang kuliner dan pengolahan makanan, sehingga dapat menyesuaikan aktivitas produksi maupun menyiapkan kebutuhan cadangan seperti boks pendingin dan es batu.
"Selain melakukan pemeliharaan jaringan, kami juga memastikan kondisi sistem kelistrikan di Tanah Papua saat ini berada dalam keadaan aman dan optimal. Dan berdasarkan data terbaru, daya mampu pasok sistem mencapai 440,5 megawatt (MW), sementara beban puncak tercatat sebesar 302,5 MW," katanya lagi.
Dia menambahkan dengan daya mampu pasok tersebut artinya terdapat cadangan daya 138 MW atau 31 persen yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Meski begitu kami terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak dan aman. Hal itu penting guna menghindari risiko gangguan instalasi maupun korsleting yang dapat terjadi akibat penggunaan listrik berlebihan atau tidak sesuai standar keselamatan," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
