
Dishub Papua Pegunungan sebut Lapangan Terbang Wari dongkrak ekonomi daerah

Jayawijaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat menyatakan lapangan terbang atau lapter di Distrik Wari, Kabupaten Tolikara, berperan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah.
Distrik Wari merupakan wilayah di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan yang berada di dataran rendah dan pedalaman yang berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Provinsi Papua Pegunungan Jimmy Yoku ddi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (29/6) mengatakan dengan pembangunan Lapter di Distrik Wari, Kabupaten Tolikara maka dapat membantu transportasi masyarakat daerah itu dalam berbagai bidang salam satunya menjual hasil perkebunan dan pertaniannya.
“Dengan adanya lapter ini masyarakat sangat terbantu dalam hal transportasi, apalagi hasil perkebunan dan pertaniannya dapat dijual keluar dari Wari dengan menggunakan transportasi yang memperoleh subsidi dari pemerintah,” katanya.
Menurut dia, sasaran utama dibangun lapter di daerah pedalaman Papua Pegunungan ini untuk mempermudah akses bagi masyarakat dari dan ke daerah itu.
“Bapak Gubernur memberikan atensi besar untuk bagaimana masyarakat di daerah pedalaman memperoleh kemudahan untuk ke kota, selain itu akses transportasi juga menjadi modal utama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan panjang dan lebar Lapter Wari Kabupaten Tolikara yang dikerjakan sejak tahun 2025 yakni 800 meter dan 18 meter.
“Panjang dari Lapter Wari kurang lebih 800 meter dan lebar 18 meter. Kami melakukan pengerasan di landasanya karena tanahnya labil sehingga perlu penguatan supaya pesawat berbadan kecil yang mendarat dalam kondisi baik,” katanya.
Dia menambahkan pembangunan Lapter di Distrik Wari Kabupaten Tolikara dimulai sejak tahun 2025 untuk membuka keterisolasian dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan Lapter Wari telah dilakukan sejak tahun 2025 dan anggaran yang digunakan dalam pembangunan lapter tersebut kurang lebih Rp10 miliar meski di tengah keterbatasan anggaran atau efisiensi. Kami memastikan lapter lainnya yang telah direncanakan di Papua Pegunungan akan dikerjakan secara bertahap, karena pihaknya fokus menyelesaikan satu lapter sebelum mengerjakan yang lain,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
