Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Jayawijaya jadwalkan pasar murah di enam titik jaga harga pangan

Selasa, 30 Juni 2026 20:36 WIB
Image Print
Plt Kepala Disperindag Kabupaten Jayawijaya Lekius Yikwa diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.

Jayawijaya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag setempat menjadwalkan menggelar pasar murah di enam titik wilayah ini guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Jayawijaya Lekius Yikwa di Wamena, Selasa, mengatakan untuk membantu masyarakat di daerah ini mendapatkan bahan pokok pihaknya telah menjadwalkan pasar murah di enam titik.

“Kami sudah mengagendakan untuk menggelar operasi pasar murah di enam titik Jayawijaya, supaya masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Inflasi tahunan (y-on-y) di Kabupaten Jayawijaya pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,51 persen. Jika melihat cakupan regional secara bulanan (m-to-m) di Provinsi Papua Pegunungan secara keseluruhan mengalami inflasi sebesar 0,48 persen pada bulan yang sama.

Menurut dia, operasi pasar murah yang dilaksanakan ini juga untuk tetap menjaga inflasi tetap berada di posisi aman.

“Upaya kami menjaga inflasi tetap aman tidak naik dengan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, salah satu pasar murah di enam titik,” ujarnya.

Dia menjelaskan pasar murah yang nantinya dilaksanakan akan bekerja sama dengan beberapa pihak di antaranya Perum Kantor Cabang Perum Bulog Wamena dan himpunan bank milik negara atau Himbara di Jayawijaya.

“Kami dalam melaksanakan operasi pasar murah selalu bekerja sama dengan Bulog dan Himbara supaya sama-sama membantu pemerintah daerah menjaga inflasi berada di posisi aman serta memenuhi kebutuhan bapok masyarakat dengan harga terjangkau,” katanya.

Dia berharap informasi mengenai operasi pasar murah ini dapat sampai di tengah masyarakat supaya mereka bersiap untuk memenuhi kebutuhan bapok dengan harga terjangkau.

“Beras di pasaran mulai dari Rp23.000 hingga Rp28.000 per kilogram, tetapi di pasar murah akan dijual sesuai harga eceran tertinggi atau HET Rp13.500 per kilogram, atau di bawah harga HET. Tentu apa yang dilakukan untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026