Logo Header Antaranews Papua

Antropolog Uncen dorong pengembangan UMKM berbahan baku sagu

Selasa, 30 Juni 2026 20:42 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang warga Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura menebang pohon sagu. ANTARA/Ardiles Leloltery/am.

Jayapura (ANTARA) - Antropolog Universitas Cenderawasih (Uncen) Abner Krey mendorong pengembangan industri kecil dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbahan baku sagu sebagai upaya menjaga menjaga keberlanjutan sagu di Papua.

"Sagu harus dipertahankan sebagai salah satu sumber pangan pokok masyarakat Papua. Jika kehilangan sagu, kita bukan hanya kehilangan makanan tetapi juga kehilangan bagian penting dari identitas dan warisan budaya Papua," katanya di Jayapura, Selasa.

Menurut Abner, Papua perlu membangun konsep ketahanan pangan yang tidak hanya berbicara tentang ketersediaan makanan, tetapi juga mempertahankan sumber pangan yang sesuai dengan kondisi alam dan budaya masyarakat setempat.

"Ketahanan pangan Papua tidak bisa hanya diukur dari banyaknya beras yang masuk namun harus melihat apakah masyarakat masih memiliki akses terhadap pangan yang berasal dari lingkungan mereka sendiri," ujar dia.

Dia menjelaskan masyarakat Papua saat ini semakin mengalami pergeseran pola konsumsi dari pangan lokal berbasis sagu menuju pangan yang bergantung pada beras.

"Perubahan tersebut terjadi terutama di wilayah perkotaan, di mana akses terhadap beras jauh lebih mudah dibandingkan dengan sagu," katanya.

Kondisi itu, menurut dia, membuat Papua semakin rentan terhadap persoalan seperti distribusi pangan, kenaikan harga, hingga gangguan pasokan akibat faktor ekonomi maupun kondisi geografis.

"Sagu memiliki nilai strategis karena mampu tumbuh secara alami dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama ratusan tahun," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026