Logo Header Antaranews Papua

Satgas Gakkum ODC pastikan KKB penembak pilot AS kelompok Bakusip

Sabtu, 4 Juli 2026 21:51 WIB
Image Print
Kasatgas Gakkum ODC Kombes Polisi Era Adhinata (kanan) saat memberikan keterangan di Jayapura. ANTARA/HO-Satgas Damai Cartenz

Jayapura (ANTARA) - Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz memastikan kelompok kriminal bersenjata atau KKB pelaku penembakan yang menewaskan pilot berkebangsaan Amerika Serikat Nicholas F. Goselin adalah kelompok Bakusip.

Kelompok itu merupakan kelompok baru yang dipimpin M. Mbalingga.

"Dari sejumlah unggahan di media sosial, Bakusip mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo," kata Kepala Satgas Gakkum ODC Komisaris Besar Polisi IGG Era Adhinata di Jayapura, Papua, Sabtu.

Ia mengatakan sejak terjadinya peristiwa penembakan pada Kamis (2/7), Satgas Gakkum ODC melakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial.

Satgas Gakkum ODC hingga kini masih mendalami hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak.

Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Kemudian Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa dan juga pelaku menampilkan foto berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah dibakar.

"Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga," kata Kasatgas.

Untuk motif penyerangan, penyidik masih mendalami, walaupun dalam rekaman di media sosial KKB sempat mengeluarkan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah, yang mereka klaim sebagai daerah operasi.

"Penyidik masih terus mendalami untuk mengetahui motif penyerangan hingga menewaskan pilot Nicholas Goselin yang mengemudikan pesawat Pilatus milik AMA," kata Era Adhinata.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satgas Gakkum ODC pastikan KKB penembak pilot AS kelompok Bakusip



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026