Logo Header Antaranews Papua

Kodim 1702/Jayawijaya bekali wawasan kebangsaan 100 peserta "Adem" 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 21:57 WIB
Image Print
Pasiter Kodim 1702/Jayawijaya Kapten Inf Yubelius Simbiak membawakan materi wawasan kebangsaan di hadapan 100 peserta program Adem tahun 2026 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/HO-Dok Kodim 1702 Jayawijaya

Wamena, Papua Pegunungan (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 1702/Jayawijaya membekali wawasan kebangsaan terhadap 100 peserta afirmasi pendidikan menengah atau Adem tahun 2026 Provinsi Papua Pegunungan.

Adem 2026 merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) setempat untuk menciptakan generasi muda Papau Pegunungan yang berkualitas.

Perwira seksi teritorial (Pasiter) Kodim 1702/Jayawijaya Kapten Inf. Yubelius Simbiak dalam keterangan tertulis di Wamena, Papua Pegunungan, Sabtu mengatakan peserta Adem 2026 dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan sehingga penguatan wawasan kebangsaan sangat perlu untuk dilakukan.

"Anak-anak ini akan dikirim ke luar Papua untuk menempuh pendidikan menengah sehingga wawasan kebangsaan, mental, karakter harus dibekali sehingga dalam menuntut ilmu di daerah orang benar-benar tekun, serius supaya memperoleh hasil yang baik," katanya.

Menurut dia, 100 peserta itu bersiap melangkah meninggalkan kampung halaman untuk menempuh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia, membawa cita-cita besar demi masa depan yang lebih baik.

"Oleh sebab itu, sebelum perjalanan panjang itu dimulai, Disdikbud Papua Pegunungan mempercayakan kami menjadi pemateri untuk membeli anak-anak tentang wawasan kebangsaan yang nantinya berguna bagi mereka dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-teman di luar Papua," ujar Yubelius.

Dia menjelaskan para peserta diajak memahami arti pentingnya persatuan, cinta tanah air, semangat bela negara serta menghargai keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

"Pembekalan tersebut menjadi pengingat bahwa ke mana pun mereka menuntut ilmu, identitas sebagai putra-putri Papua dan bagian dari bangsa Indonesia harus selalu melekat dalam hati," katanya.

Dia menyampaikan program Adem bukan sekadar kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik, tetapi juga amanah untuk menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah asalnya.

"Anak-anak sekalian adalah harapan Papua di masa depan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik keluarga, daerah, dan bangsa. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat agar kelak dapat kembali membangun Papua dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki," ujar Yubelius.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026