Logo Header Antaranews Papua

Disdik Kota Jayapura targetkan penulisan 30 cerita rakyat baru

Sabtu, 4 Juli 2026 21:58 WIB
Image Print
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Grace Linda Yoku. ANTARA/HO-Humas Pemkot Jayapura

Jayapura (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Papua menargetkan penyusunan 30 cerita rakyat yang baru dan 10 puisi yang ditulis dalam bahasa lokal (Port Numbay) dan bahasa Indonesia untuk pewarisan kepada generasi mendatang.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Grace Linda Yoku di Jayapura, Sabtu, mengatakan dokumentasi melalui penulisan cerita rakyat menjadi salah satu langkah strategis menyelamatkan bahasa daerah agar tidak punah seiring dengan perkembangan zaman.

"Kami ingin cerita-cerita rakyat di semua kampung adat dapat terdokumentasi dengan baik sehingga tetap dikenal dan diwariskan dari generasi ke generasi," katanya.

Dia mengatakan kondisi bahasa Port Numbay di 10 kampung adat saat ini semakin memprihatinkan karena jumlah penutur yang terus berkurang.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan, adanya penyusunan dan penulisan cerita rakyat dapat menjaga identitas budaya masyarakat adat Port Numbay, julukan Kota Jayapura.

"Selain itu, dengan adanya buku cerita rakyat dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda tentang kekayaan budaya daerah," ujarnya.

Dia menjelaskan cerita rakyat bukan sekadar kisah turun-temurun tetapi warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, identitas budaya, serta sejarah perjalanan masyarakat Port Numbay sejak zaman dahulu.

"Penyusunan buku cerita rakyat merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mengabadikan cerita-cerita yang selama ini diwariskan secara lisan menjadi karya tulis yang dapat terus dijaga dan dipelihara," katanya.

Melalui penyusunan buku cerita rakyat tersebut, Pemkot Jayapura sedang membangun jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

"Ini menjadi bukti bahwa Kota Jayapura memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga dan dibanggakan," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026