
KEPP Otsus sebut pembangunan Papua memerlukan perspektif perempuan

Jayapura (ANTARA) - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus (Otsus) Papua Yanni menegaskan pembangunan di Papua memerlukan perspektif perempuan.
"Perspektif perempuan tidak berarti pembangunan hanya berbicara tentang perempuan, tapi perspektif itu melihat pembangunan manusia secara utuh," katanya dalam keterangannya diterima ANTARA di Jayapura, Senin.
Dalam perspektif pembangunan manusia secara utuh, mencakup kesehatan ibu dan anak, pendidikan, ketahanan keluarga, perlindungan perempuan sampai penguatan ekonomi masyarakat.
Menurut Yanni, perempuan memegang peran penting dalam membangun peradaban Papua sebab seorang ibu merupakan madrasah sekaligus sekolah pertama bagi anak dan dari keluarga karakter, akhlak, disiplin, dan kepedulian mulai dibentuk.
"Peran itu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, pemberian ASI eksklusif, serta pengasuhan pada 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting dan menyiapkan generasi Papua yang sehat," ujarnya.
Pihaknya menilai perempuan Papua telah menunjukkan kapasitasnya di berbagai bidang dan menggerakkan ekonomi keluarga, memimpin lembaga pemerintahan, menempati posisi legislatif, menjadi akademisi, tenaga kesehatan, pengusaha, hingga memimpin organisasi masyarakat.
"Kami tidak lagi berbicara apakah perempuan Papua mampu. Mereka sudah membuktikannya dan anggota kelompok kerja (Pokja) perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) adalah tokoh-tokoh hebat sehingga yang diperlukan sekarang adalah ruang untuk berkarya dan kesempatan memimpin," katanya.
Dia berharap perspektif perempuan semakin mewarnai kebijakan pembangunan di Papua
Sehingga, dia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan perlindungan terhadap perempuan, serta mendorong keterlibatan suami dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
"Ketika perempuan Papua diberi ruang untuk tumbuh, memimpin, dan mengambil keputusan, saat itulah kita sedang membangun masa depan Papua," ujarnya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
