
BMKG V Jayapura catat 112 titik api tersebar di Tanah Papua

Jayapura (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) V Jayapura mencatat 112 titik yang tersebar 19 kabupaten di Tanah Papua, dengan beragam kategori titik api rendah, sedang dan tinggi.
Kepala BMKG Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek di Jayapura, Selasa mengatakan, dari 112 titik api itu terbanyak terdapat di Kabupaten Merauke yakni 47 titik sedangkan kabupaten lainnya berkisar satu hingga sembilan titik.
BMKG mencatat tujuh titik api masuk kategori tinggi, 99 titik sedang dan enam titik masuk kategori rendah, yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat dan Papua Barat Daya
Munculnya titik api diduga karena adanya kombinasi antara indikasi El Nino dengan periode puncak musim kemarau.
Banyaknya titik api di wilayah selatan Papua perlu mendapat perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko diantaranya penurunan intensitas curah hujan, terjadinya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, dan penurunan kualitas udara akibat asap.
"Munculnya titik api juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat (ISPA), gangguan transportasi darat dan udara akibat jarak pandang berkurang serta kerusakan lahan pertanian dan perkebunan," kata Yustus Rumakiek.
Ia menambahkan karena itu pihaknya menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah dengan hotspot tinggi.
Selain itu, tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun, membersihkan lahan, maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, memastikan ketersediaan sumber air dan peralatan pemadaman dini di wilayah rawan serta mengisi waduk, embung, atau bendungan sebagai cadangan air untuk pemadaman dan antisipasi musim kemarau," kata Yustus Rumakiek.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
